Info
SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI PEMERINTAH DESA CITEMBONG KECAMATAN BANTARSARI

Artikel

YADRAN DILINGKUNAN MBAH LAMPEN 9 MARET 2023

HUDIONO

09 Maret 2023

33 Kali dibuka

Citembong_Bantarsari

Nyadran merupakan salah satu tradisi yang masih lekat dalam kehidupan masyarakat Jawa. Nyadran berasal dari bahasa Sanskerta “Sraddha”yang artinya keyakinan. Tradisi Nyadran merupakan suatu budaya mendoakan leluhur yang sudah meninggal dan seiring berjalannya waktu mengalami proses perkembangan budaya sehingga menjadi adat dan tradisi yang memuat berbagai macam seni budaya. Nyadran dikenal juga dengan nama Ruwahan, karena dilakukan pada bulan Ruwah. Tradisi Nyadran berdasarkan sejarahnya merupakan suatu akulturasi budaya jawa dengan islam.

Menurut Yanu Endar Prasetyo, Nyadran atau Sadranan adalah tradisi yang dilakukan oleh orang jawa yang dilakukan  di bulan Sya’ban (Kalender Hijriyah) atau Ruwah (Kalender  Jawa) untuk mengucapkan rasa syukur yang dilakukan secara kolektif dengan mengunjungi makam atau kuburan leluhur yang ada di suatu kelurahan atau desa. Nyadran dimaksudkan sebagai sarana mendoakan leluhur yang telah meninggal dunia, mengingatkan diri bahwa semua manusia pada akhirnya akan mengalami kematian, juga dijadikan sebagai sarana guna melestrikan budaya gotong royong  dalam masyarakat sekaligus upaya untuk dapat menjaga keharmonisan bertetangga melalui kegiatan kembul bujono (makan bersama).

Tradisi Nyadran terdiri dari berbagai kegiatan, yakni

  • Melakukan besik, yaitu pembersihan makam leluhur dari kotoran dan rerumputan. Dalam Kegiatan ini masyarakat dan antar keluarga saling bekerjasama gotong-royong untuk membersihkan makam leluhur.
  • Kirab, merupakan arak-arakan peserta Nyadran menuju ketempat upacara adat dilangsungkan.
  • Ujub, menyampaikan Ujub atau maksud dari serangkaian upacara adat Nyadran oleh Pemangku Adat.
  • Doa, Pemangku Adat memimpin kegiatan doa bersama yang ditujukan kepada roh leluhur yang sudah meninggal.
  • Kembul Bujono dan Tasyukuran, setelah dilakukan doa bersama kemudian dilanjutkan dengan makan bersama. Masyarakat menggelar Kembul Bujono atau makan bersama dengan setiap keluarga yang mengikuti kenduri harus membawa makanan sendiri. Makanan yang dibawa berupa makanan tradisional, seperti ayam ingkung, sambal goreng ati, urap sayur dengan lauk rempah, prekedel, tempe dan tahu bacem, dan lain sebagainya. Setelah masyarakat telah berkumpul dan membawa kendurinya masing-masing, kemudian makanan yang dibawa diletakkan didepan untuk didoakan oleh pemuka agama setempat untuk mendapatkan berkah dan kemudian tukar menukar makanan yang tadi dibawa oleh masyarakat, untuk mengakhiri acara kemudian masyarakat melakukan makan berasama dengan saling bersendau gurau untuk saling mengakrabkan diri.

Form Komentar

Nama
Telp./HP
E-mail

Komentar

Kirim Komentar

Captha
Matematic

Komentar Facebook

Aparatur Desa

Kepala Desa

MUJIANTO

HUDIONO, S.Pd

HUDIONO, S.Pd

Sekretaris Desa

WINARNI

WINARNI

Kaur Umum dan Perencanaan

SUSANTO

SUSANTO

KASI PEMERINTAHAN

KUSNAN,S.Pd.

KUSNAN,S.Pd.

KASI KESEJAHTRAAN

JASIMAN

JASIMAN

KASI PELAYANAN

SUTRISNO

SUTRISNO

KADUS WATESARI

NURSALIM

NURSALIM

KADUS CITEMBONG

ISRO TORIQOH

ISRO TORIQOH

KADUS KARANG TENGAH

WARNO

WARNO

STAF DESA

MUSLIH AL FATONI

MUSLIH AL FATONI

STAF DESA

PONIMAN

PONIMAN

STAF DESA

MISNO

MISNO

STAF DESA

HERIYANTO

HERIYANTO

KAUR KEUANGAN

GALIH JAGA P

GALIH JAGA P

KADUS BONJOKSAGA

Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri

Desa Citembong

Kecamatan Bantarsari, Kabupaten cilacap, Jawa Tengah

Lokasi Kantor Desa

Latitude:-7.491069021809033
Longitude:108.93609523773195

Desa Citembong, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten cilacap - Jawa Tengah

Buka Peta

Wilayah Desa